Minggu, 20 Oktober 2024

Cerpen "Kau Sebut Apa Aku? " karya Nawaf Ibrohim

Ketika sebuah pertanyaan menggema di dalam kepala "kau sebut apa aku?" Aku, tidak sekadar berbicara tentang identitas,Tetapi tentang seruan hati, yang sedang mencari arti jati diri di tengah riuhnya dunia. Bagaimana orang lain memandangku? Apakah mereka melihat wajah yang kuberikan, atau mereka hanya membaca gerak-gerik di balik senyum yang kugoreskan?

Bagiku, hidup itu penuh dengan label. Mereka menyebut kita berdasarkan apa yang mereka lihat,dan apa yang kita lakukan, bukan dengan apa yang kita atau mereka rasakan. Tapi, benarkan label-label itu mampu menangkap seluruh keberadaan kita?
Suatu ketika aku berjalan di antara kerumunan, setiap orang dengan pikirannya,masing-masing,melihat,menilai,dan menamai, namun sejauh itu, hanya aku yang benar-benar mengenal siapa diriku. Pertanyanya? Tapi, apakah benar kau dan aku tahu?

Kemudian aku berhenti sejenak dan bertanya, "Siapa sebenarnya aku di hadapan orang tua, keluarga,bahkan dunia?" Ini bukan soal validasi,ini bukan karena kita haus akan pengakuan, tetapi karena kita ingin mengerti apa yang membuat kita berbeda, dan mungkin apa yang membuat kita serupa. "Kau sebut apa aku?" Kau bukanlah tentang identitas yang kaku,tetapi tentang proses yang terus berubah. Namun terkadang identitas seringkali kabur,sebab terlalu memandang keatas. Apakah selama ini kita bergantung pada bagaimana menatap diri sendiri dan bagaimana dunia menatap balik?

Dalam kehidupan seringkali, kita dikotak-kotakkan dalam peran yang kita mainkan sendiri, di pekerjaan, lingkungan,teman, keluarga, atau hanya orang asing di keramaian tanpa ada yang mengenal. Dalam tiap peran, kita selalu membutuhkan topeng, untuk menunjukkan sisi yang berbeda dari diri kita. Tetapi ketika topeng itu dilepaskan, apakah ada sisa dari kita yang utuh? Ataukah kita hanyalah bayang-bayang dari harapan orang lain?

Kau sebut apa aku? Aku adalah penjelajah di antara serpihan mimpi yang hilang, aku pencari yang tak lelah mengejar kepastian di antara ketidakpastian atau hasil dari luka-luka yang tak terlihat, dari kebahagiaan yang sementara, dan dari benih harapan yang terus kusirami.

Apa arti semua ini? semua pertanyaan ini tidak statis. Aku berubah seiring waktu, seiring pengalaman, dan seiring dengan caraku melihat diriku sendiri. dan mungkin, pada akhirnya, aku tak butuh jawaban dari dunia. Karena dalam perjalananku mencari arti, aku akan terus berubah, terus tumbuh,dan kemudian...
Akulah yang akan menamakan diriku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejak Luka yang Tertinggal

  [Di pagi hari yang cukup berawan, Aku duduk sendirian di bangku taman. Di kelilingi orang-orang yang berlalu-lalang, namun ia merasa teras...